sandal jepit keliling ibu kota

sandal jepit
purwokerto, 28 juni 2013 perjalananku dimulai setelah beberepa hari sebelumnya berencana,pukul 19.00 langsung cabut ke terminal beli tiket bus jurusan purwokerto-kalideres dengan tarif 65 K jadwal keberangkatan jam 8 malem, satu jam luang digunakan untuk persiapan setelah dianggap cukup rapih dengan pakaian seadanya hanya bermodal kaos,kolor basket, tas bacpack ukuran 30 liter, dan beralaskan sandal jepit hehe (compang-camping) jam 8 langsung cabut ianter teman ke terminal.
dikira keberangkatan tepat sesuai jadwal eh ternyata harus rela menunggu sampai bus jam 9 baru dateng naik bus cari kursi nyaman, posisi kursi dibelakang, kursi kosong dan sepi hee ternyata memang sepi sekali didalam bus hanya ada beberapa penumpang dan itupun isinya rata-rata orang lansia entah kenapa?? apa mungkin bus ini khusus lansia?? kalau begitu adanya berarti aku lansia dong -;( pak supir langsung tancap gas setelah sang kondektur memastikan tidak ada lansia lain yang naik haha.
bus melaju dengan normal namun setelah beberapa saat sepertinya bus menjadi abnormal suasana begitu tak nyaman bau,tidak ber-AC, busnya seperti telah mengalami patah tulang ekor gubrakbrkbrk!@#$%^%^&* untuk mengatasinya memejamkan matalah satu-satunya cara yang dilakukan supaya tertidur pulas namun usaha tersebut harus berjuang melawan penyakit tulang ekornya yang tak kunjung sembuh sepanjang perjalanan sebelum memasuki jalan tol, setelah beberapa lama perjuanganku berhasil kemudian berharap bangun dari tidur sudah sampai tujuan (ngarep).
ternyata tak sesuai dengan harapan, perjuanganpun harus tetap berlanjut terbangun dari harapan kulihat disamping jendela hanya sungai panjang menjalar dengan deretan rumah sederhana dipinggirnya pikirku udah sampai ibukota setelah kuamati dengan baik sungai tersebut bersih dan tidak berbau menandakan masih sangat jauh dengan sang ibu.
singkat cerita jalan tol mulai dijajaki bus patah tulang, sang bus sedikt terobati perjalananpun mulai lancar namun hanya terkendala macet akibat dari hari libur, sampai di ibukotapun ngaret beberapa jam seharusnya sekitar jam 8 pagi harus sudah sampai tujuan, setelah duhur bus baru sampai tujuan. deretan gedung pencakar langit terlihat jelas diberbagai sudut kota metropolis katanya !
tak ketingglan hiasan dibawahnya berbagai bangunan kumuh disepanjang sungai berbau sedap yang tak sedap, semerbaknya tercium sepanjang jalan ironis sungguh bagi siapapun yang melihat ibu kota Indonesia dengan keadaan seprti itu.
perjalanan dilanjutkan mengunjungi land mark ibukota (Monumen Nasional) pada malam hari bersama empat teman lainnya sekitar 2-3 jam mengelilingi kawasan monas dengan berbagai ragam atraksi para penjual yang menawarkan dagangannya mulai dari berbagai kelompok debus banten yang menjual obat, pedagang asongan, penjual barang-barang bekas, tak ketinggalan ondel-ondel betawi banyak berkeliaran yang diawaki oleh anak-anak kecil berusia sekitar 11 tahunan berbekal ember sebagai wadah imbalan seiklasnya mereka mengais rejeki pada pengunjung yang ingin poto bareng ondel-ondel, dan masih banyak berbagai penjual
lainnya.2013-06-29 22.56.36
jabat tangan ondel-ondel

siang hari di KOTU
salah satu bangunan tertua di kota Batavia akhirnya kesamperan juga di KOTU 🙂
ini dia sibapa tua yang menyewakan sepeda tuanya, takuduga setelah obral obrol ternya dia orang sunda juga kebetulan dong pak kalo gt saya juga orang sunda.
urang mana pak?? kuningan
wah kesempatan nih dapet diskon sewa, ternyata benar aku dapat diskon, lumayan… hee walaupun goceng
foto0198

bermodal diskon goceng satujam penuh keliling KOTU bersama teman
foto0178
Dup(01)foto0177

ngontel

Dup(01)foto0190

foto0179

ada beberapa gambar unik menggelitik pejabat mungkin salah satu bentuk kekecewaan mereka terhadap pemerintah ataupun apa itu, tapi yang jelas seni bukan hanya sebagai media ilustrasi saja lebih dari itu ya spt gambar dibawah ini yaitu mesia asprasi juga kritikisasi 🙂

foto0211

foto0209

selesai sudah sandal jepit berkeliling, semoga sandal jepitnya masih tetap lanjut keliling

Iklan